Pengertian Anak Usia DIni

IMPBooks.com – Memiliki anak adalah dambaan setiap keluarga. Para orang tua tentu sudah merasakan bagaimana indahnya rumah tangga dengan kehadiran “pangeran” atau  “ratu” kecilnya itu. Apalagi jika mereka masih bersikap imut dan manja. Anak-anak dengan sikap seperti itu oleh para pakar disebut juga dengan anak usia dini. Apakah Anda tahu benar-benar tentang pengertian anak usia dini?

Jika belum, artikel ini akan mengupas tuntas tentang hakikat anak usia dini dan bagaimana cara mendidik mereka dengan benar. Sebab masa-masa anak usia dini ini bisa dibilang sangat krusial dalam membentuk kepribadian mereka.

Para orang tua –jika Anda termasuk salah salah satunya-  benar-benar harus mengetahui berbagai informasi seputar mereka.

Pengertian Anak Usia Dini Menurut Para Ahli

Sebelum beranjak pada pembahasan inti, sebenarnya terdapat perbedaan pendapat mengenai berapa rentan usia anak usia dini. Di Indonesia, pengertian anak usia dini menurut undang-undang No. 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional di pasal 1 ayat 14 didefinisikan dengan anak-anak yang baru lahir sampai umur 6 tahun.

Disisi yang lain, NAEYC (National Education for The Education of Young Children) menyebutkan definisi yang berbeda dengan yang diatas. Yakni setiap anak-anak dengan masa usia antara 0-8 tahun.

Perbedaan tersebut memang berimplikasi pada hal lainnya. Meskipun sebenarnya definisi kedua lebih baik, sebab anak dengan usia 8 tahun masih memerlukan bimbingan extra dari orang tua.

Karena sangat pentingnya fase ini para ahli dan praktisi pendidikan menempatkannya sebagai suatu bagian ilmu yang independen.

Berbagai pengertian, karakteristik dan penelitian telah lama dan banyak dilakukan. Diantara pendapat para ahli seputar anak-anak usia dini adalah sebagai berikut:

  • Maria Montessori mendefinisikan anak usia dini dengan sebuah siklus yang dinamis ketika sang buah hati mulai tumbuh sejalan dengan kehidupan-kehidupan yang mereka lalui.
  • Menurut Jhon Locke anak-anak bagaikan kertas putih. Lingkungan, peran orang tua, dan kehidupan yang melukiskan dan mewarnai kertas putih tersebut. Aspek-aspek tersebut akan menjadi pengalaman berharga untuk mereka gunakan di masa depan. Teori ini dikenal dengan nama “Tabula Rasa”.
  • Sebaliknya Friedrich Freoble menganggap anak-anak tidaklah seperti kertas kosong. Sebenarnya anak-anak lahir ke dunia dengan membawa sifat-sifat baik. Adapun sifat-sifat buruk anak muncul karena pengalaman, cara pendidikan atau bimbingan yang salah.
  Pengertian Manajemen Pendidikan dan Fungsinya

Pengertian Anak Usia Dini Secara Umum

pengertian anak usia dini
brainzone.id

Secara garis besar anak usia dini dimaknai anak dengan masa umur antara 0-8 tahun. Anak usia dini atau disebut juga dengan early childhood  adalah kunci pertama dimana orang tua perlu usaha extra mendidiknya. Sebab pada rentan waktu ini terjadi berbagai hal yang akan menentukan siapa dan bagaimana mereka kelak (golden age).

Pada masa ini aspek kognitif, emosional, kreativitas dan mental anak sedang tumbuh-tumbuhnya. Perkembangan keempat fungsi ini perlu dipantau dan diawasi oleh orang tua.

Jika tidak, maka bisa saja si anak akan tumbuh dengan kepribadian yang tidak diinginkan. Orang tua juga perlu menjadi contoh dan suri tauladan bagi si buah hatinya.

Ada beberapa karakteristik tentang anak usia dini yang perlu dipahami. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Anak usia dini sering berfantasi dan berimajinasi. Misalnya mereka akan berpura-pura menjadi sosok pahlawan atau tokoh yang diidamkannya.
  2. Mereka sedikit bersikap egosentris. Artinya mereka ingin selalu dimanja dan dipahami. Semua aktivitasnya digunakan untuk menunjukkan eksistensinya. Bahkan orang tua dipaksa memahami mereka dengan kaca mata mereka sendiri.
  3. Tingkat konsentrasinya yang lemah dan pendek. Anak usia dini akan cepat hilang konsentrasi dan teralihkan dengan hal-hal lain. Sering cepat merasa bosan meskipun pada awalnya mereka menyukai aktivitas yang pertama. Jarak konsentrasinya berkisar antara 2-10 menit.
  4. Belajar bersosial. Pada masa ini mereka akan mudah diajak berbagi, berbuat kebaikan, memulai pembicaraan, mengalah ataupun merenungi hal-hal yang bersifat sosial.
  5. Memiliki rasa keingin tahuan yang sangat besar. Mereka akan selalu bertanya tentang apa dan mengapa sesuatu itu bisa terjadi.

Pendidikan untuk Anak Usia Dini

pendidikan anak
darunnajah.com

Orang tua harus memiliki strategi jitu untuk buah hatinya yang berada dalam fase usia dini. Sebab jika mereka dididik tanpa strategi yang matang akan sangat berbahaya bagi perkembangannya kelak. Banyak orang tua bahkan memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang tidak kompeten dengan anak usia dini.

Pola pendidikan anak semestinya disesuaikan dengan karakter-karakter yang mereka miliki. Memilih sekolah dan tenaga pengajar yang cocok dengan kepribadadian si anak sangatlah penting bagi para orang tua.

Cara pendidikan yang keliru justru akan berakibat fatal bagi perkembangan anak-anak usia dini. berikut tips-tips yang perlu dipakai ketika memilih sekolah untuk anak:

  1. Orang tua harus menyelidiki tenaga pengajarnya. Sebab pengajar adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan maju berkembang atau tidaknya aspek kognitif anak.
  2. Menyelidiki lingkungan sekolahnya, apakah buah hatinya bisa mendapatkan manfaat yang postif dari lingkungan-lingkungan sekolah.
  3. Cari tahu nilai-nilai filosofis yang dianut dan diterapkan oleh sekolah tersebut. sebab banyak sekali sekolah anak usia dini yang asal dibuat , tanpa adanya nilai dan tujuan yang dijadikan standar.
  4. Observasi kurikulum yang dipakai sekolah. Apakah sesuai dengan karakter anak-anaknya atau malah berakibat negatif bagi mereka.
  Pengertian Tari Tradisional: Jenis, Ciri-Ciri dan Unsurnya

Pendidikan Dalam dan Lingkungan Rumah

Tidak semua pendidikan anak usia dini dilakukan di sekolah. Orang tua juga perlu menyelenggarakan pendidikan untuk buah hatinya, didalam maupun lingkungan rumah.

Hal ini demi menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan gurunya di sekolah. Ada banyak sekali cara pendidikan bagi anak usia dini. tapi tidak semua cara tersebut dapat dipakai sewaktu menghadapi mereka.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk memberinya pendidikan dilingkungan rumah?. Berikut beberapa strategi yang bisa dipakai:

  1. Berikan anak pelatihan-pelatihan untuk mengasah kelima indranya. Bisa dengan memberinya arahan untuk mengamati dan mengeksplorasi suatu objek.
  2. mengajaknya bermain diluar ruangan. Sebab pada masa ini anak lebih suka bermain daripada belajar. Maka orang tua haruslah pintar membuat permainan yang membantu aspek kognitifnya.
  3. Niat mendidik yang tulus dan ikhlas adalah kunci utama dalam menyelanggarakan pendidikan. Sebab semua aktivitas pendidikan akan berbeda kualitasnya jika niatnya turut berbeda.

Hal yang Perlu Dihindari Ketika Mendidik

mendidik anak
ayobandung.com

Selain cara mendidik, orang tua harus menghindari tindakan-tindakan yang merusak tumbuh kembang si anak. Karena betapapun bagusnya pendidikan yang ia dapatkan, jika anak sering mendapati perilaku-perilaku tersebut akan sia-sia belaka.

Hal-hal tersebut bisa Anda konsultasikan dengan pakar dan ahli pendidikan. Karena bentuknya bisa berbeda-beda tergantung karakteristik mental anak.

Tindakan-tindakan tersebut misalnya seperti memarahi atau menghukum anak terlalu keras, membandingkannya dengan anak lain dan lain sebagainya.

Para ahli pendidikan tentunya juga lebih memahami mengenai pengertian anak usia dini dan tetek bengeknya. Maka sebagai orang  tua juga perlu mengenal pakar pendidikan anak usia dini di kota Anda. Dan silahkan lanjut membaca artikel kami tentang pengertian kebijakan publik. Terima kasih

Leave a Comment