Pengertian Haji dan Umroh

Pengertian Haji dan Umroh – Bagi masyarakat muslim di Indonesia, haji dan umroh menjadi salah satu ibadah penting yang ingin segera ditunaikan. Tidak mengherankan jika data Kemenag menyebutkan selalu ada peningkatan kuota haji dan umroh sepanjang tahun.

Berbagai buku panduan dan training, baik mencangkup pengertian haji dan umroh, tata cara pelaksanaanya serta hal ihwal lainnya telah banyak di terbitkan di Indonesia.

Minat masyarakat untuk segera naik haji memang bernilai positif bagi nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui dengan jelas apa pengertian haji dan umroh. Terlebih dari pendapat para ahli (ulama) yang otoritatif. Padahal hal pertama yang wajib diketahui dari sebuah ibadah adalah pengertiannya.

Pengertian Haji

Meskipun telah banyak disinggung oleh para ulama, pengertian haji sendiri masih sering diperdebatkan. Bahkan tidak jarang menimbulkan konsekuensi hukum yang berbeda. Sebab kata haji sendiri memiliki makna literal yang banyak sekali di bahasa Arab.

Kata haji dalam bahasa Arab bermakna bermaksud, bertujuan atau menghadap. Sedangkan dalam pengertian ilmu fiqih haji ialah bermaksud ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah tertentu, di tempat tertentu dan dengan tata cara yang telah ditentukan. Pendapat ini juga telah diamini oleh mayoritas ulama.

Selanjutnya perlu juga diketahui bahwa haji memiliki prasyarat agar bisa dianggap sah. Yaitu sebagai berikut:

  1. Beragama Islam, yakni tidak diperkenankan dilakukan oleh non-muslim
  2. Dewasa; dalam artian pria yang pernah mengalami mimpi basah atau melewati umur 15 tahun, dan wanita yang sudah haid atau berumur 9 tahun keatas.
  3. Berakal sehat; yakni waras dan tidak mengalami gangguan kejiwaan.
  4. Mampu baik secara fisik dan materil
  5. Memiliki mahram (bagi wanita). Bisa berupa suami atau anggota keluarganya.

Dari pengertian haji diatas, para ulama kemudian membedakan antara syarat, rukun dan wajib haji. Sebab ibadah-ibadah didalam haji sendiri memiliki hukum yang berbeda. Ada yang berkonsekuensi batalnya haji dan tidak. Dibawah ini definisi syarat, rukun dan wajib haji. Agar Anda dapat mengerti perbedaannya.

Syarat, Rukun, Wajib Pelaksanaan Haji

Pengertian Haji dan Umroh
ankafaarmina.com

Anda juga harus mengetahui tentang syarat sah, wajib, dan rukun haji. Sebab mengetahui perbedaan antara ketiganya adalah syarat utama agar pelaksanan haji menjadi lancar.

  Pengertian Kebijakan Publik

Sama seperti menunaikan ibadah sholat, ibadah haji memiliki rukun-rukun tersendiri yang mesti diketahui oleh orang yang berniat menunaikan rukun Islam ke-5 ini. Rukun haji sendiri adalah syarat internal, dimana ketika jamaah haji meninggalkan syarat-syarat tersebut menyebabkan batalnya haji. Adapun rukun haji berjumlah 5, yakni:

  1. Ihram
  2. Wukuf
  3. Tawaf
  4. Sa’i
  5. Tahallul

Syarat wajib hampir sama dengan rukun haji. Akan tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya. Dimana syarat wajib tidak berefek apapun pada sah dan tidaknya haji. Hanya saja ada beberapa konsekuensi jika tidak melakukannya. Berikut list syarat wajib haji tersebut:

  1. Melaksanakan Ihram dari miqat
  2. Pelaksanaan wuquf di Arafah dimulai dari terbitnya matahari tanggal 9 dzul hijjah sampai terbenamnya matahari.
  3. Menginap (mabit) di Muzdalifah
  4. Mabit (menginap) di Mina di malam hari tasyriq
  5. Melempar jumrah
  6. Tawaf wada’
  7. Mengeluarkan hady (kurban kambing) bagi yang melaksanakan haji Tamattu’ dan Qarin.

Tata cara Pelaksanaan Haji

Tata cara Pelaksanaan Haji
infobekasi.co.id

Pengertian dan klasifikasi diatas memang sedikit membingungkan. Maka untuk mempermudah memahami bagaimana cara melaksanakan haji secara sempurna dan tanpa meninggalkan salah satu syarat atau rukun haji adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang akan melakukan haji diharuskan berniat ibadah haji setelah dia keluar dari rumah.
  2. Ketika sampai di miqat barulah berniat melaksanakan ihram dengan memakai pakaian ihram. Pakaian tersebut berupa kain tanpa jahitan bagi laki-laki dan pakaian tanpa hiasan bagi perempuan.
  3. Kemudian menuju Mekkah untuk melaksanakan tawaf (Sebelum itu dianjurkan mandi dan berwudlu’ terlebih dahulu).
  4. Sa’i antara gunung Safa dan Marwah.
  5. Menuju Mina pada tanggal 8 Dzul Hijjah.
  6. Menuju Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah serta menjamak salat zuhur dan ashar disana.
  7. Kemudian melanjutkan perjalanan untuk menginap di Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah.
  8. Menuju Mina pada keesokan harinya untuk melempar jumrah aqabah, berkurban dan mencukur rambut.
  9. Melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk tawaf kemudian kembali lagi ke Mina.
  10. Menginap selama 2 hari di Mina. Yakni pada tanggal 11 dan 12 Dzul Hijjah dan kemudian melempar jumrah secara berurutan.

Baca lebih jelasnya di Al-Munawwar dan Nu.or.id

Pengertian Umroh

Secara terminologi umroh diartikan berziarah. Yakni orang-orang berziarah (muammir) mengunjungi ka’bah untuk menunaikan ibadah. Sedangkan pengertian umroh menurut istilah fuqaha adalah ibadah yang diawali dengan ihram, kemudian disusul dengan tawaf di Ka’bah dan Sa’i di Madinah.

  Pengertian Tari Tradisional: Jenis, Ciri-Ciri dan Unsurnya

Ibadah umroh sendiri masih menjadi perdebatan diantara ulama tentang status hukumnya. Sebagian ulama mengatakan hukumnya sunah muakkad.

Pendapat ini dipakai oleh mazhab maliki dan sebagian besar ulama hanafi. Pendapat lainnya dikemukakan oleh mazhab Syafi’i dan Hanbali yang mengatakan fardu (wajib) sekali seumur hidup.

Dari definisi diatas, sebenarnya pengertian umroh dan haji bisa disimpulkan memang tidak jauh berbeda. Hanya saja beberapa syarat, rukun atau tata-caranya tidak sebanyak haji. Dalam artian ibadah umroh lebih mudah dikerjakan daripada haji.

Prasyarat, Syarat Wajib dan Rukun Umrah

Rukun Umrah
aktual.com

Seperti haji, ibadah umroh juga memiliki prasyarat (syarat sah), syarat wajib dan rukun yang harus dipenuhi agar sah. Adapun syarat umrah sama dengan syarat haji yang telah disebutkan diatas. Sedangkan untuk syarat wajib dan rukunnya sebagai berikut:

Syarat Wajib Umrah

  1. Ihram
  2. Menghindari muharromat

Rukun Umrah

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa’i
  4. Bercukur

Tata cara Pelaksanaan Umrah

Banyak orang yang masih belum paham tentang bagaimana tata cara menunaikan ibadah umroh. Berikut tata cara pelaksanaan umroh yang wajib Anda ketahui:

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa’i
  4. Tahallul

Perbedaan Haji dan Umroh

Mayoritas orang tidak bisa membedakan antara umrah dan haji. Bahkan ada yang menyebutnya mirip. Sebagian masyarakat malah menyebutnya orang yang telah umroh dengan panggilan pak haji.

Jika Anda termasuk dari mereka, maka keterangan dibawah ini bisa membantu Anda untuk mengetahui perbedaan haji dan umroh:

  1. perbedaan status hukum keduanya. Yakni haji hukumnya wajib sedangkan umrah hukumnya sunah (menurut mayoritas ulama).
  2. Haji hanya boleh dikerjakan di waktu-waktu tertentu sedangkan umrah tanpa ada batasan/ ketentuan waktunya (boleh kapan saja).
  3. Rukun haji dan umrah berbeda.

Informasi yang telah dijabarkan di atas mencakup pengertian haji dan umroh hingga perbedaanya, patut Anda pelajari.

Dari segi pengertian, tentu tidak menjadikan keduanya berbeda jauh. Sehingga tidak mengherankan jika sebagian masyarakat menyebutnya haji kecil. Demikian pembahasan artikel mengenai haji dan umroh yang dapat di rangkum. Wallahu a’lam

Leave a Comment