Pengertian Manajemen Pendidikan dan Fungsinya

Pengertian Manajemen Pendidikan – Salah satu dari perwujudan kebudayaan manusia yang memiliki sifat dinamis adalah pendidikan. Oleh sebab itu, adanya perkembangan atau perubahan pendidikan merupakan suatu yang seharusnya memang sejalan dengan budaya hidup sehingga adanya manajemen pendidikan juga sangat diperlukan. Sehingga pengertian manajemen pendidikan juga harus dipahami betul.

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan sebuah proses atau sebuah sistem pengelolaan pendidikan. Sehingga dapat dikatakan pula bahwa manajemen pendidikan yaitu suatu sistem organisasi untuk meningkatkan kualitas manusia yang berkaitan dengan sebuah proses sistem pendidikan.

Kegiatan pengelolaan tersebut yang berada dalam sebuah sistem pendidikan memiliki tujuan supaya proses belajar mengajar dapat terlaksana dan berjalan dengan baik.

Proses tersebut mencakup program kurikulum seperti administrasi kurikulum, sistem evaluasi, metode dalam menyampaikan sesuatu, serta sistem bimbingan. Selain itu terdapat juga program ketenagaan, program pemeliharaan dan pengadaan alat serta fasilitas pendidikan, program hubungan dengan masyarakat, serta program pembiayaan,

Dalam sebuah pendekatan sistem pada manajemen pendidikan adalah suatu akibat karena telah dianutnya pendekatan dalam suatu sistem pendidikan.

Hal tersebut karena sebuah sistem Pendidikan sangat berhubungan serta memiliki ketergantungan dalam menyelesaikan suatu tugas dengan tujuan untuk dapat mencapai sistem yang ada.

Menurut Oemar Hamalik (2007:78). Adanya unsur-unsur dari luar yang mencoba untuk memasuki sistem serta dapat mengalami suatu proses, maka disebut dengan keluaran atau output.

Fungsi-Fungsi Manajemen dalam Proses Pendidikan

pengertian manajemen pendidikan
siedoo.com

1. Planning atau Perencanaan

Fungsi yang pertama dari sebuah manajemen yaitu planning atau perencanaan. Perencanaan sendiri merupakan suatu proses kegiatan guna menyajikan sebuah sesuatu secara sistematis dalam seluruh aspek kegiatan yang dapat terlaksana dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

Perencanaan juga bisa diartikan sebagai suatu tetapan untuk mencapai tujuan, prosedur asuransi, keuangan, serta suatu program dalam sebuah organisasi.

Karena dengan adanya suatu perencanaan, fungsi manajemen dapat memiliki kegunaan untuk dapat mencapai suatu tujuan yang akan dicapai, menetapkan aturan, menetapkan biaya, serta menetapkan suatu pedoman yang harus dilaksanakan.

Terdapat beberapa aspek dalam sebuah perencanaan pendidikan seperti aspek apa yang akan dilakukan, di mana aspek tersebut akan dilakukan, kapan waktu untuk melakukan, bagaimana cara yang ditempuh untuk melakukannya, serta kebutuhan apa saja yang harus dipersiapkan untuk dapat mencapai suatu tujuan supaya dapat maksimal.

2. Pengorganisasian atau Organizing

Dalam suatu sistem manajemen, pengorganisasian merupakan suatu lanjutan dari fungsi planning atau perencanaan untuk suatu organisasi ataupun lembaga, karena suatu pengorganisasian dapat dikatakan sebagai urat nadi bagi suatu organisasi.

  Pengertian Tujuan Penelitian dan Contohnya

Untuk itu keberlangsungan suatu lembaga ataupun organisasi sangat dipengaruhi oleh adanya pengorganisasian.

Dalam sebuah manajemen pendidikan, pengorganisasian juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh kelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara membagi tugas, membagi tanggung jawab, dan pembagian dalam kelompok.

Selain itu ditentukan juga siapa orang yang akan menjadi pemimpin serta saling berintegritas secara aktif.

3. Penggerakan atau Actuating

Penggerakan atau actuating memiliki fungsi supaya dapat merealisasikan hasil dari suatu perencanaan serta pengorganisasian. Dengan kata lain penggerakan adalah suatu usaha untuk dapat menggerakkan atau mengarahkan para tenaga kerja serta fasilitas yang ada untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan secara bersamaan.

Sehingga dengan adanya fungsi penggerakan ini diharapkan dapat memberikan motivasi untuk bawahan maupun para pekerja supaya dapat bekerja dengan sungguh-sungguh untuk dapat mencapai suatu tujuan dalam sebuah organisasi secara efektif, sehingga fungsi penggerakan ini sangatlah penting dalam mewujudkan suatu tujuan dalam organisasi.

4. Pengawasan

Pengawasan adalah suatu bentuk kegiatan untuk dapat mengamati serta mengukur suatu kegiatan serta untuk mencapai perencanaan dengan hasil yang dapat dibandingkan dengan standar yang ada dalam perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

Fungsi pengawasan dalam hal ini tentu dapat menjamin setiap kegiatan supaya dapat berjalan sesuai dengan strategi, kebijaksanaan, keputusan, serta rencana yang telah dibuat dalam suatu program kerja yang sebelumnya telah dianalisis, dirumuskan dan telah ditetapkan sebelumnya.

Contoh Manajemen Pendidikan

contoh manajemen pendidikan
gtkmadrasah.kemenag.go.id

1. Manajemen Kurikulum serta Program Pengajaran

Pengembangan sebuah kurikulum supaya dapat lebih efektif serta program pengajaran bisa lebih terjamin, maka perlu adanya penjabaran isi dari sebuah kurikulum yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku pengelola dengan para guru secara jelas dan rinci dengan tetap memperhatikan beberapa prinsip.

Beberapa prinsip tersebut seperti tujuan yang telah dikehendaki harus memiliki kejelasan, karena semakin operasional suatu tujuan yang telah dirumuskan maka akan semakin mudah terlihat program yang dikembangkan guna mencapai suatu tujuan. Di mana program tersebut harus fleksibel dan sederhana.

Suatu program yang dikembangkan juga harus sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan, selain itu program juga harus menyeluruh serta harus jelas dalam pencapaiannya. Dan yang paling penting adalah adanya koordinasi antar pelaksana program dalam suatu sekolah.

Sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen kurikulum serta program pengajaran dalam suatu sekolah merupakan wewenang sekolah untuk mengelola, mengatur kurikulum serta program pengajaran yang harus disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi sekolah.

  Pengertian Ideologi Pancasila

2. Manajemen Tenaga ke pendidikan

Manajemen tenaga ke pendidikan dapat disebut pula dengan manajemen personalia pendidikan yang memiliki tujuan untuk mendayagunakan para tenaga pendidik secara efisien dan efektif guna mencapai hasil yang optimal, di mana manajemen personalia dapat dilakukan oleh seorang manajer supaya kinerja para pekerja bisa semakin meningkat.

Sebenarnya suatu kualitas program Pendidikan tidak hanya bergantung pada konsep yang cerdas, namun juga bergantung pada individu pengajar sendiri yang memiliki kesanggupan serta keinginan untuk berprestasi.

Dalam suatu manajemen tenaga ke pendidikan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pembinaan serta pengembangan pegawai, perencanaan pegawai, penilaian pegawai,  pengadaan pegawai, pemberhentian pegawai, mutasi serta promosi, dan konspensasi.

Tugas yang diemban kepala sekolah dalam manajemen tenaga ke pendidikan sebagai kepala manajer bukan merupakan suatu pekerjaan yang gampang. Sebab selain mengusahakan untuk mencapai tujuan sekolah, kepala sekolah juga harus memikirkan tujuan tenaga pendidik dalam sekolah yang dipimpinnya.

Sehingga tidak heran apabila kepala sekolah lebih dituntut untuk dapat mengerjakan instrumen pengelolaan tenaga pendidik supaya dapat membantu berjalannya manajemen berbasis sekolah yang dipimpin.

3. Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan merupakan suatu penataan serta pengaturan dalam kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan peserta didik. Mulai dari peserta didik awal masuk sekolah sampai keluarnya atau selesainya peserta didik dari suatu sekolah.

Apabila diperhatikan, pelaksanaan manajemen kesiswaan setidaknya terdapat tiga hal yang harus diperhatikan seperti menerima siswa baru, mengelola kegiatan kemajuan belajar, dan membimbing serta pembinaan sikap disiplin.

Dalam pengelolaannya seorang kepala sekolah memiliki tanggung jawab seperti bertanggung jawab atas kehadiran peserta didik di sekolah serta masalah yang berkaitan. Kemudian bertanggung jawab juga atas orientasi, penerimaan, klasifikasi, serta penunjukkan peserta didik ke dalam kelas maupun program studi.

Selanjutnya memegang program supervisi peserta didik, pelaporan serta evaluasi kemajuan belajar, pengendalian disiplin peserta didik, program kesehatan serta keamanan, program penyuluhan dan bimbingan, serta penyesuaian pribadi, emosi, dan sosial.

Dengan adanya manajemen pendidikan dan mengetahui pengertian manajemen pendidikan, sudah jelas bahwa sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan bimbingan serat bantuan kepada peserta didik yang memiliki permasalahan.

Baca juga artikel menarik lainnya di IMPBooks.com seperti halnya dengan pengertian pemasaran menurut para ahli. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Leave a Comment